Tuesday, 11 September 2018

Tarbiyah Bukan Tasliyah

  No comments
●• Sejak awal menapaki jalan Tarbiyah ini, diantara kita sebenarnya sudah ada yg mengenal agama dan bahkan dianya dikenal sebagai ustadz. Karena itu, tarbiyah ini bukan untuk menjadikan dirimu seorang intelektual atau ulama.

●• Sejak awal bertemu seorang murabbi, diantara kita justru sudah punya guru-guru spritual dan intelektual yg telah membekali kita dgn ilmu-ilmu syar'iah. Karena itu, tarbiyah bukan untuk menjadikan dirimu seorang pemikir atau mufti yg kelak akan memberi fatwa.

● • Sejak awal bergabung dgn kafilah dakwah ini, diantara kita sudah ada yg akrab dgn mimbar orasi bahkan lebih terkenal dari murabbinya. Karena itu, tarbiyah ini bukan untuk menjadikan dirimu sbg orator terkenal di seantero dunia.

● • Sejak awal bersama jamaah tarbiyah ini, kita boleh bangga dgn identitas kita masing-masing tapi saat itu sebenar nya kita belum punya identitas yg mengokohkan langkah dakwah kita.

● • Tarbiyah ini yg membesarkan dirimu karena di dalamnya kita semua sama sama membesarkan. Kebesaran yg engkau bawa saat ini adalah kebesaran yg lahir dari kerjasama dan sinergi ukhuwah yg tidak kenal batas.
Saya dan anda masih ingat, ketika ada saudara yg berjuang menyusun jadwal ceramah dan terus mencarikan lowongan bagimu utk mengisi pengajian, seminar dan kajian ilmiah. Atau cara lain sekedar utk mempopulerkan dirimu.

● • Kini saat engkau telah punya jamaah dan saat wajahmu kerap terpampang di medsos sbg pengisi ceramah, saudara mu yg dulu tidak pernah berpikir ikut merasakan popularitas itu. Tapi dia bangga karena engkau masih berada di dalam kafilah dakwah Ini.

Itulah kebesaran nilai tarbiyah yg tidak pernah membuat seseorang merasa berjasa atas dirimu. Bahkan murobbimu seakan tidak punya peran apa apa akan popularitas yg kau raih saat ini. Mungkin engkau pun lupa siapa saja mereka yg telah menatih langkahmu ke pentas cahaya.

● • Bersyukurlah jika engkau masih bertahan di bahtera yg sedang melawan ombak ini. Bukan sbg pembocor yg akan membuatnya karam ke dasar lautan. Artinya, dirimu kuat melawan gelombang yg terus menghadang.

● • Tapi jika dirimu sudah merasa selamat di pulau seberang dan tidak lagi memerlukan bahtera ini sbg kendaraan, biarkan lah saudara mu tetap bertahan dan berjuang mengayuh bahtera ini ke tepian. Jangan justru engkau pula yg datang menyelam dan membocorkan perahu dari bawah lautan.

● • Ingatlah kembali keindahan bersama yg pernah kau rasakan dan sebahagian kebahagiaan itu telah kau bawa kesebrang lautan. Sambil bersorak sorai terhadap saudara yg kau tinggalkan.
Tarbiyah adalah tarbiyah yg akan terus meniti jalan penuh hambatan dan bukan utk dijadikan _tasliyah_ atau hiburan.
Saat menguntungkan engkau setia dan mengaku sbg pejuang, tapi tiba saat diuji dan ditantang, engkau rapuh bagaikan arang.

Bukan kepergianmu ke seberang yg membuat kami kehilangan. Tapi kehilangan kebersamaan dgnmu yg membuat kami terkenang. Jika berkenan utk pulang, sungguh kami akan menggapai tanganmu dengan penuh kecintaan.

Tapi jika tidak ingin lagi bersama kafilah ini dalam berjuang, biarkan kami disini menunggu tibanya saat kemenangan yg dijanjikan. Jangan usik langkah kami, apalagi menyerang. Karena kami tidak akan pernah memandangmu sbg musuh atau lawan. Karena tarbiyah mengajarkan kami cinta dan kesetiaan.

=================================
Ust Imantoko Riyanto

No comments :

Post a comment