Friday, 1 June 2018

Renungan Hari Pancasila 1 Juni 2018: Siapa Paling Pancasilais Sejati Di Indonesia?

  No comments
Bacalah dengan seksama, lengkap, sejak awal hingga akhir. Semoga, in syaa Allaah, bermanfaat.

Dulu: PKI (Partai Komunis Indonesia) yang telah memberontak di tahun 1926 dan 1948, menyatakan diri membela Pantjasila. Ini tercermin melalui buku tulisan Ketua PKI D. N. Aidit: "Membela Pantjasila" (1964).

Di masa akhir Orde Lama, PNI, NU, PKI, bergabung di poros Nas-A-Kom (Nasionalisme-Agama-Komunisme). Atas juga arahan Presiden Ir. Sukarno, selain faktor-faktor lain.

Saat itu, Sukarno juga ingin merebut Malaysia yang diklaimnya sebagai milik sejati Nusantara Indonesia, setelah memenangkan Irian Barat dari Belanda. Malaysia dianggapnya negara boneka Inggris.

Juga, Sukarno ingin melawan kekuatan Neo Kolonialisme Imperialisme (Nekolim) Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris serta sekutunya, termasuk Yahudi Zionis, Fremason, dll., di belakangnya.

Bahkan RI dinyatakannya keluar dari PBB, karena Sukarno menganggap PBB adalah kepanjangan tangan mereka saja.

Dan Sukarno dijanjikan 1 juta pucuk senjata dari Tiongkok (RRC), untuk Angkatan Kelima, yakni rakyat RI biasa, Non TNI, yang dipersenjatai, yang rencananya akan dibina oleh PKI.

Santer beredar kabar bahwa para Jenderal petinggi TNI AD, kekuatan terbesar tentara RI, kurang suka ide perang besar Sukarno ini.

Ada juga kekuatan besar kaum Muslimiin RI yang saat itu tegas menolak sama sekali Marxisme, Komunisme, Leninisme, Atheisme, dsb. Dan juga dikenal menjauhi Takhayul, Bid'ah, Khurofat, Mistik, Sihir, Kejawen, Sinkretisme, dll. Biasa disebut pula sebagai 'Islam Putihan', bukan 'Islam Abangan'.

Mereka adalah kelompok Masyumi (Majelis Syuro Muslimiin Indonesia). Anggotanya, praktis adalah organisasi Islaam senior RI seperti Muhammadiyah (1912), Al Irsyaad (1914), Persis (1923), kaum Salafiyyiin Nusantara saat itu, dkk.

Masyumi, juga adalah pemenang kedua Pemilu 1955, tipis di bawah PNI, di atas NU (sebelumnya, NU bergabung dengan Masyumi), dan PKI.

Nasakom, maka, praktis adalah lawan politik Masyumi masa Orde Lama. Para tokoh Islam RI Masyumi seperti Buya HAMKA, Buya M. Natsir, ustadz Isa Anshari, dkk., dipenjarakan. Dikaitkan juga dengan isu pemberontakan PRRI, dsb. Dan NU, macam diam saja, sayangnya, saat saudara-saudar muslimnya itu ditangkapi.

Lalu di tahun 1965, PKI ternyata memberontak lagi. PKI tega membunuhi petinggi TNI AD, pejabat, seperti Jenderal A. Yani, dkk. Dalam G 30 S PKI. Jenderal A. H. Nasution lolos dari serangan ini. Dan malah lebih tega, PKI juga membunuhi kyai, santri dan ummat NU, sekutunya di Nasakom itu.

Maka NU pun berbalik menumpas PKI, bersama TNI, rakyat, dan umat Muslimiin lainnya. Konon, sampai satu juta kaum PKI dan/atau pendukungnya, atau yang ditengarai dekat dengan PKI, sampai ditangkap, dipenjarakan, hilang, mati.

PKI tumbang, Marxisme, Komunisme, Leninisme dilarang selamanya di RI. Sukarno jatuh. Pidato pertanggungjawabannya ditolak MPR pimpinan A. H. Nasution. Jenderal Suharto muncul memimpin Orde Baru, dilantik MPR sebagai Presiden.

Sebagian kader PKI, lalu dididik NU. Coba disadarkan NU.

Di masa Orde Baru, masa Presiden Suharto, praktis PNI masa Orde Lama bertransformasi menjadi PDI, Partai Demokrasi Indonesia. Waktu itu, hanya boleh ada 3 partai: Golkar (Golongan Karya), dan partai Islam, PPP (Partai Persatuan Pembangunan), yang didominasi kaum NU, Muhammadiyah, dll. Serta PDI.

PDI, maka, adalah gabungan dari PNI, Partai Kristen Indonesia, Partai Katolik, IPKI, Murba, yang sempat ada di masa Orde Lama.

Di kemudian hari, setelah adanya konflik internal dll., PDI pun praktis berubah menjadi PDIP.

Dan santer pula diakui, memang ada keturunan PKI di PDIP pula. Selain dikenal juga ada kekuatan majemuk macam Non Muslim, Syi'ah, Ahmadiyah, Sekuleris, Pluralis, Liberalis, Kapitalis, dll.

*Kini:*

NU versi Said Aqil Siradj dan PDIP, bergaul akrab.

Dan keduanya pun populer dikenal mengklaim diri 'paling Pancasilais'.

'Membela Pancasila'.

===================

Sejarah PDIP: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Partai_Demokrasi_Indonesia

Nasakom: http://politik.rmol.co/read/2017/09/12/306671/Nasakom-Dan-G30S/PKI-

http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/17/03/14/omsd2q385-berselingkuh-dengan-komunis

https://www.nahimunkar.org/nu-dan-pusat-kekuasaan/

https://historia.id/obituari/articles/politisi-air-yang-tak-lagi-mengalir-P30d6

PKI: id.m.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia

id.m.wikipedia.org/wiki/Pemberontakan_PKI_1948

No comments :

Post a Comment