Friday, 2 February 2018

Pendidikan Itu Spesial.

  No comments
Saya mendukung setiap proses pendidikan formal.

Pendidikan itu spesial.
Karena yg diajarkan bukan "matapelajaran" aja, tapi jg tkadang hal2 praktikal sosial yg penting dikehidupan sehari-hari.

Jadi, kalo ada siswa ataupun wali siswa, di jenjang apapun, ngerasa keberatan dgn pola "pembinaan" yg baik, dan prefer dg pola "leyeh2" yg anaknya gk boleh ditegor/colek sedikitpun.

Ada bbrpa kemungkinn,
satu diantaranya:
orangtuanya model ini tdk bs bahkan tidak tau dan mmg tdk ikut mbersamai tumbuh-kembang anak. Mereka menjadi orangtua karbitan, tanpa tau tupoksi menjadi orangtua.

Orangtua macam ini, biasa kita lihat dimasyarakat, tkadang 'cerewet' tdk pada tempatnya dan punya habit "jump to conclusion" atw cm mw tau kesimpulnnya aja.

Kenapa? Karena mereka tidk pernah menghargai proses.

Maka, ada baiknya, orangtua macam ini mulailah utk didik anaknya dirumah saja.

Rasakan dan dapatkan feelingnya.
Terkecuali klo mengira mendidik dan membesarkan anak itu spti jual-beli (karena bayar sekolah), yg itu pasti salah.

Klo Lu jual-beli, lu gak suka hasilnya., lu boleh buang, lu boleh jual lagi.

Tapi klo pendidikan dan ngebesarin anak itu, hasilnya ada di anak lu. Sekali rusak dan gagal.
Nyesel dah lu seumur-umur.

Institusi pendidikan pertama yg harusnya dipersalahkan atas kegagalan anak, adalah keluarga itu sendiri.

Tak perlulah menyekolahkan anak, klo dikeluarga, para orangtuanya tidak mengerti tupoksinya. Udah aja dirumah.

Greget melihat kerusakan mental hingganya nyawa guru honor bisa melayang.

Sedikit mengenai Saya (Nanang Wiwit Sinudarsono)

Saya pendidik di SMP Negeri 3 Jabung yang SK awalnya di SMP Negeri 2 Waway Karya.. Karna pertimbangan keamanan maka saya minta untuk pindah SK alias mutasi ke Jabung, alasan utamanya istri yang satu angkatan diterima dan SK turun di Jabung.. Sebelumnya saya juga diterima sebagai Pegawai negeri di Kalbar.. Tepatnya di Pontianak karena diterima di lamtim dengan tahun yang sama maka saya pilih di Lamtim.

Sebelumnya saya juga Honor di MTsN Raman Utara 2005-2008 alhamdulillah 2009 saya mencoba Resain mencari keberuntungan melalui jalur bisnis. Tak lama ikut tes PNS dengan Ijazah S1. Yang tahun sebelumnya dari 2003 saya juga pernah mencoba hal yang sama di ASN lain, Kejaksaan, Kehakiman, Lapas, bahkan pernah tinggal berangkat Pantohir kepolisian 2004 Namun Nasib belum beruntung.. Kurang modal. Sudah menjadi prinsip hidup. Mencari Rizki harus dengan cara yang halal, jadi nggak ada kamus dalam hidup sogok menyogok.

Prinsip ini Pernah ditentang oleh Ayah tercinta katanya "mbok ngantek rambutmu puteh, daftar ASN nak ora nyogok, ora bakal diterimo" artinya begini "sampai rambutmu putih, daftar ASN nggak pake duit, nggak bakal diterima". Saya cukup Menjawab "Allah akan buktikan bahwa saya bisa" dan Alhamdulilah Allah benar-benar menjawabnya.

InsyaAllah akan saya dilanjutkan nanti ketika ada kesempatan lagi.

No comments :

Post a comment