Saturday, 20 February 2016

Penyakit Paling Kronis Remaja Indonesia

  No comments

Penyakit ini lebih serius dibandingkan dengan kanker stadium akhir, Hepatitis berbagai jenis atau bahkan HIV AIDS. Lebih-lebih virus ZIKA yang baru saja menghantui dunia kesehatan.

Melainkan penyakit tak berujung yang dialami oleh masyarakat Indonesia khususnya remaja adalah “kanker sejarah”. Begitu banyak para remaja melupakan sejarah baik itu sejarah Islam maupun sejarah Indonesia. Para remaja malah sibuk menghabiskan bacaan seperti novel atau komik yang jelas akan menyempitkan pemikiran.

Padahal begitu banyak sejarah, khususnya sejarah Islam yang telah direnkarnasi oleh buku-buku sejarah sekolah yang telah tersebar luas. Dari judulnya saja kita sudah bisa memaknai, Sejarah Kebudayaan Islam. Sangat jelas Islam diartikan sebagai budaya, bukan agama.

Apalagi kebenaran cerita tidak dipentingkan oleh penerbit, hanya meng-copy apa yang ada di Internet dengan situs tak jelas. Alhasil para remaja menelan mentah-mentah tanpa mengoreksi kembali.

Penyakit ini semakin lama semakin meluas sehingga mustahil untuk disembuhkan. Virus-virus Liberalisasi, Kapitalisasi ataupun Komunisasi telah menjamur dalam otak, mengubah persepsi para remaja. Sekarang bukan Kristenisasi lagi yang rentan, melainkan sekelompok orang yang mengaku Islam padahal dibelakang menghina Nabi Muhammad.

Selain buku sejarah sekolah yang begitu ringkas dan umum, sekarang penyakit itu juga telah memenuhi dunia perfilm-an. Berita terakhir, telah ditayangkan sebuah film yang melegalkan kawin kontrak disalah satu stasiun TV. Peran ibu difilm tersebut jelas-jelas menyebutkan persis seperti ini, “ kawin kontrak itu boleh, tapi jika terpaksa “
Sungguh disayangkan, virus Syi’ah telah masuk hampir mengenai bilik kanan jantung, setelah puas menguasai otak. Kawin kontrak memang boleh, tapi hukumnya sudah diharamkan jauh beribu abad yang lalu. Rasulullah mengizinkan bagi mujahidin ketika masa perang. Mereka lama tak pulang sampai akhirnya Rasulullah mengizinkan mereka menikah. Namun setelah itu Rasullullah langsung mengharamkannya.

Belum lagi virus Korea yang merambat cepat. Bukan hanya Korea, baik Barat, China ataupun Thailand berhasil menguasai seluruh badan para remaja. Jika muncul satu berita tentang artis, maka sibuklah seluruh dunia mencari tahu. Mengagumi dan memuja sampai-sampai menangis jika bertemu sang idola.

Mereka tidak tau, dulu Malaysia, Singapura dan Thailand mencari fatwa di Aceh. Mereka belajar dari ulama-ulama Aceh kemudian kembali keasal dan Berpikir. Sedangkan remaja Indonesia sekarang ? para remaja selama ini hanya memikirkan Hobby-Handphone-Perut-Karir-Perkawinan.

Kemudian kanker sejarah berlanjut menggerogoti seluruh bagian kaki melalui Industri Mode. Lihatlah betapa banyak wanita-wanita yang memakai pakaian tipis mengikuti trend dunia. Bahkan beberapa tahun kedepan, Indonesia akan dijadikan pusat hijab sedunia. Tapi hijab yang bagaimana? Hijab sesuai Hadist nabikah atau hadist orang-orang barat?

Model sepatu high-heels laku berat mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Berlomba-lomba memakai heel dengan ukuran paling tinggi, kemudian bangga. Mereka tidak tahu bahwa awal mulanya orang London memakai sepatu kayu dibuat lebih tinggi untuk menghindari diri dari kototoran yang bertebaran dijalan.

Selain tidak sehat bagi tubuh, sepatu High Heels juga tidak sehat bagi sejarah.
Lalu dulu orang malah takut jika diejek dengan sebutan kurus, mereka malah bangga dengan badan yang gendut. Sekarang, para remaja sangat ingin yang kurus-kurus, yang tipis, yang kecil asalkan terlihat cantik. Mereka lupa sejarah dulu dan lebih melihat perkembangan masa. Sampai-sampai ada yang bunuh diri karena gendut. Naudzubillah.

Terakhir kanker sejarah telah mematikan seluruh tubuh para remaja. Otak menjadi kerdil, jantung mengeras tak bisa dilunakkan, badan menjadi lemas berujung malas-malasan, dan kaki stroke tak bisa melangkah lagi, akhirnya hanya tinggal di zona nyaman.

Tanpa berpikir dan berpikir. Berusaha mencari obat ampuh untuk menyembuhkan penyakit paling kronis di Indonesia: kanker sejarah. []
Sumber: islampos

No comments :

Post a comment